Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga dengan penuh semangat melaksanakan pengabdian masyarakat di Kabupaten Kupang. Kabupaten ini menjadi destinasi awal dari perjalanan Bakti Indonesia Timur #3. “Cinta dan rendah hati” adalah slogan RSTKA yang akan selalu tertanam dalam sanubari para relawan disaat mengarungi pulau pulau daerah timur ini. Ekspedisi pada bulan ketiga ini akan berlangsung selama 21 hari dari tanggal 9-30…
Menjadi bagian dari RSTKA adalah salah satu ceklist yang harus saya centang suatu saat nanti. Itu salah satu janji saya pada diri saya sendiri. Alhamdulillah kesempatan itu datang, disini saya bersama-sama melihat sisi lain dunia medis di tempat yang masih di wilayah Jawa, yaitu kepulauan – kepulauan kecil yang ada di sekitar kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Perjalanan dimulai dari darat…
“Beberapa kali RSTKA hanya bisa melewati Pulau ini, seperti pada pelayaran menuju NTT, bakti gempa di Mamuju Majene, bakti di Maluku Barat Daya, dan pelayaran lainnya. Akhirnya pada bulan Juni 2022 ini, RSTKA bisa singgah di Pulau Sakala, Pulau tertimur dan terjauh di Jawa Timur”, jelas dr. Agus Harianto, Sp.B Hal yang menjadi pertimbangan utama untuk bisa menuju Pulau ini…
Sulawesi Barat tepatnya di Mamuju dan Majene kini telah menjadi sebuah tempat yang sangat berkesan untuk saya, dan juga bagi teman-teman mahagana unair serta relawan lainnya yang tergabung bersama Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga dimana saat itu bertugas dalam kegiatan “RSTKA Peduli Gempa Sulawesi Barat”. Berkesan bagi saya karena banyak pengalaman yang akhirnya saya dapatkan. Merasakan tinggal diatas kapal…
Pagi itu kami bersiap-siap seperti biasa, dari mulai kegiatan mandi sampai sarapan pagi. Aku dr. Syahjihan Amrullah dari alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pulau Boleng menjadi pulau keempat yang kukunjungi selama ikut pelayanan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, sebelumnya aku mengunjungi Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, dan Pulau Moyo. Sesuai dengan rencana awal kapten dan dr. Agus Harianto, kami melanjutkan perjalanan dari…
“Dokter jangan tinggalkan saya, kaki saya tidak bisa bergerak”. Astaga lupa pasiennya sadar, yang dibius cuman kakinya, tidak bisa bergerak. Terdiam sejenak, tak ada pilihan lain, cukup putus asa, menguatkan hati tetap membersamai pasien, berdoa gempa segera selesai dan segera melanjutkan operasi agar pasien bisa kembali ke daratan lapang. dr. Atiya Nurrahmah Sejujurnya sudah dari lama mendengar kalau Universitas Airlangga yang…
Selama perawatan, banyak sekali kasus gigi yang hilang, padahal usianya masih tergolong muda, saat saya tanya ternyata masyarakat masalembu memiliki “hobi” cabut gigi saat sakit gigi, disamping tidak ada dokter gigi yang bisa menangani, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi membuat masyarakat mencari cara yang mudah agar tidak sakit lagi, padahal tidak semua sakit gigi memerlukan pencabutan. drg. Dewi Kusuma Wardani…
Aku Ayu, salah satu relawan dokter umum di Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga. Awalnya, pertama kali bergabung itu dimulai dari setelah aku baru selesai Internsip (program wajib satu tahun untuk dokter umum) kemudian ada berita mengenai bencana gempa di Lombok. Sejak awal menjadi mahasiswa aku memang sudah bergabung dengan salah satu organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kesehatan Indonesia…
Maluku Barat Daya, bagian dari Provinsi Maluku yang mungkin menjadi stress point dalam karirku menjadi dokter. Menjalani bakti Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) yang ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 3 minggu lamanya memberikan banyak kesan yang mendalam. Banyak pengalaman yang ingin aku goreskan melalui cerita pena ini. Namun biarkan aku menjabarkan satu cerita saja, yang mungkin bisa mewakili pengalamanku disana.…